Minggu, 21 Desember 2014

DAFTAR ISI :
Beranda
N-J-A-P-A
Sinopsis Jodha Akbar
Tulisan Bebas


Episode 231-234

Setelah terbongkarnya kejahatan Maham Anga, praktis tidak ada lagi setan yang bergentayangan di dekat Jalal. Atgah Shah kini menjadi orang kepercayaannya. Jalal menjalankan pemerintahan dengan baik, dengan dukungan orang-orang baik di sekitarnya. Dia berusaha menimbang setiap keputusan yang diambilnya dengan keadilan, tanpa membedakan Hindu atau Muslim. Jalal tidak menghukum Shivani, adik Jodha, setelah ia tertangkap, meskipun Shivani sudah kabur dengan pacarnya yang orang biasa, ketika seharusnya dia menikah dengan adik Jalal. Justru memberi Shivani dan suaminya tempat tinggal dan pekerjaan yang terhormat di istana.

Jalal menghapus Tax Pilgrimage (salah satu social reform yang sangat terkenal dari Kaisar Jalaludin di masa pemerintahannya). Tax pilgrimage atau pajak yatra adalah pajak perjalanan yang dikenakan pada umat Hindu yang ingin melakukan pemujaan ke tempat2 ibadah. Kelak ketika anaknya dari Jodha lahir, Jalal juga menghapus Jizyah, pajak yang dibebankan pada umat non muslim untuk membantu pemerintah dalam menjamin keamanan dan kesejahteraan mereka. Kaisar Jalaludin terkenal sebagai pembaharu, penggerak social reform, yang uniknya, adalah seorang illiterate alias buta huruf. Mungkin itu sebabnya Mariam Uz Zamani (Jodha), punya wewenang untuk mengakses semua dokumen pribadi raja. Karena dia hanya mempercayainya untuk membacakan semua dokumen atau surat2 untuknya.
**belajar sejarah dikit yaakkk**

Suatu malam, di kamar Ruq, dia sedang sibuk merapikan kamar dan merapikan dirinya sendiri.
Ru : (memerintah para pelayan) "Bereskan kamarku, tata yang rapi. Aku juga mau didandani kayak Syahrini. Setelah kepergian Ratu Jodha, Jalal pasti akan menghabiskan malamnya denganku".
Setelah semua rapi, Ruq tak sabar menunggu Jalal datang. Ruq bahagia sekali membayangkan hubungannya dengan Jalal akan segera membaik, kembali seperti dulu, saat dia adalah satu-satunya yang disayangi Jalal. Ketika dari jendela dilihatnya Jalal berjalan menuju harem, dia segera bersiap-siap. Tik tok tik tok tik tok, yang ditunggu2 makin mendekat. Ruq makin berbunga-bunga. Sampai di depan kamarnya, Ruq segera berdiri akan menyambutnya. Tapi Surabaya betul nasibnya. Lha jebul rem nya Jalal blong. Bukannya belok malah wussshh bablas ke kamar Jodha. Huwahahaaa,,,,garuk2 tembok

Jalal sama sekali tidak mengunjungi Ruq meskipun Jodha tak ada. Dia lebih pilih puasa sambil mantengin lukisan Jodha di kamarnya Jodha wkwkk. ((Pikir2 kasian juga yak Ruq...apa selalu begitu nasib istri tua??? *hiks))

Jalal mengangkat Todar Mal sebagai menteri keuangan. Meskipun Todar beragama Hindu, bahkan merupakan anak buah Shah Suri, yang membunuh ayahnya. Tapi Jalal sudah melihat sendiri bagaimana Todar mengatur keuangan dan loyalitasnya kepada pimpinan yang tanpa syarat. Jalal menerima banyak penolakan dari bangsawan, pejabat maupun ulama. Namun dia tak peduli. Dia belajar dari kesalahannya sebelumnya, bahwa siapa saja baik Muslim maupun Hindu bisa menghianatinya. Yang dibutuhkannya adalah orang2 yang setia tanpa ada tempe dibalik terigu *mendoan.

Todar melaporkan banyaknya penyelewengan dana yg dilakukan pejabat. Todar menyarankan Jalal melakukan blusukan. Tapi syaratnya ngga pake pengawal, ngga pake wartawan >>>> Peringatan keras!!! Status ini mengandung umpan. Dilarang terpancing!!! Yang kepancing bakal masuk wajan!! <<<<<
Judulnya "Blusukan in disguising" dengan senjata andalannya adalah tahi lalat di pipi!!!!! ((Masyaallaah itu yg punya ide ngasih tahi di pipi Jalal siapa siiihh pengen tak cuokot tenan....apa kumis dan jenggot itu masih kurang memuaskan hasratnya untuk memporakporandakan muka gantengnyaa...asliiii empet bgt liat tahi lalatnya, pengen tak cabut...hiiiihhhh *balang monitor)).



Udah, episode ini cuman pengen komen ini doang!! *mutung gara2 tai lalat

0 komentar:

Posting Komentar